Mutiara Torah 5 – Chayei Sarah

By: Nehemia Gordon, Keith Johnson and Jono Vandor

Dirangkum oleh : Rachel Hutami

Original Torah Pearls Chayei Sarah & Prophet Pearls Chayei Sarah

Kejadian 23:1-25:18

Gua Makhpela (Me'arat ha-Machpela

Gua Makhpela (Me’arat ha-Machpela

Kejadian 23:1-20  Sara mati dan dikuburkan

23:1-3 Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara. Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu….

Kiryat-Arba mempunyai arti penting, Arba berarti empat (4). Kiryat-Arba berada di Hebron, tempat Abraham berkemah (Kej. 13:8) sebelum berperang melawan 4 kerajaan (Kej. 14).

Arti dari Abraham meratapi dan menangisi, lalu bangkit dan meninggalkan istrinya yang mati adalah praktik tradisi Yahudi yang sudah dilakukan jauh sebelum jaman Abraham yang disebut “Duduk Shiva”. Duduk Shiva adalah tradisi yang dilakukan oleh orang Yahudi yang sedang berkabung. Selama masa Shiva, orang yang berkabung duduk di dingklik/kursi pendek dan para kerabat dan temannya datang memberi penghiburan. Di sini lah istilah “Duduk Shiva” berasal, duduk di kursi pendek menyimbolkan bahwa orang yang berkabung “di bawa ke tempat rendah” mengikuti orang yang baru mati. Shiva sendiri berarti “angka tujuh (7)” yaitu selama 7 hari, para kerabat dari orang yang mati berkumpul di suatu tempat, biasanya di rumah orang yang meninggal tadi dan meratapi kesedihan mereka dalam berbagai cara.  Sehingga di ayat 3 menceritakan Abraham bangkit dari duduk Shiva yang dijalaninya selama 7 hari setelah kematian Sarah.

Kej. 23:3-9

Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu, lalu berkata kepada bani Het:

“Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu.”

Bani Het menjawab Abraham:

“Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.”

Kemudian bangunlah Abraham lalu sujud kepada bani Het, penduduk negeri itu,serta berkata kepada mereka: “Jika kamu setuju, bahwa aku mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu, maka dengarkanlah aku dan tolonglah mintakan dengan sangat kepada Efron bin Zohar,supaya ia memberikan kepadaku gua Makhpela miliknya itu, yang terletak di ujung ladangnya; baiklah itu diberikannya kepadaku dengan harga penuh untuk menjadi kuburan milikku di tengah-tengah kamu.”

Bani Het adalah bangsa Kanaan, keturunan dari Ham, anak dari Nuh.

Gua Makhpela di Hebron sekarang dikuasai oleh Muslim Waqf sejak dikuasai oleh bangsa Arab.  Abraham membelinya dengan harga penuh pasaran saat itu (400 syikal perak saudagar).  Bagi orang Yahudi, Gua Makhpela merupakan situs paling kudus #2 setelah Temple Mount (Al-Haram asy-Syarif) yang dibeli dengan harga mahal oleh Raja Daud.

Kej 23:14-20

Jawab Efron kepada Abraham: “Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan harga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu.”

 

Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.

 

Demikianlah ladang Efron, yang letaknya di Makhpela di sebelah timur Mamre, ladang dan gua yang di sana, serta segala pohon di ladang itu, bahkan di seluruh tanah itu sampai ke tepi-tepinya,diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian, di depan mata bani Het itu, di depan semua orang yang datang di pintu gerbang kota.

Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan. Demikianlah dari pihak bani Het ladang dengan gua yang ada di sana diserahkan kepada Abraham menjadi kuburan miliknya.

 

Pembelian Gua Makhpela

Kejadian tawar menawar antara Abraham dan Bani Het ini terlihat aneh, karena Abraham tidak menawar untuk harga yang lebih rendah, tapi dia mau membayar dengan harga yang tertinggi. Perlu diingat bahwa Abraham merupakan orang yang ulet dan pandai dalam hal tawar menawar untuk harga yang paling rendah (ingat kejadian Abraham tawar menawar dengan YHVH dalam hal Sodom dan Gomorah).

Hal ini bisa ditafsirkan karena Abraham ini memiliki secara MUTLAK tanah kuburan ini, tidak perlu membayar pajak pada penguasa manapun. Sehingga jelas bahwa Gua Makhpelah adalah daerah milik mutlak dari orang Yahudi walaupun dalam sejarah dirampas dan diduduki oleh berbagai bangsa.

“Empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.” Artinya timbangan yang perak murni yang dipergunakan oleh para saudagar di saat itu, paling murni supaya timbangan itu tepat. Karena seperti sekarang terjadi, di jaman dulu pun banyak terjadi bahwa kandungan perak tidak selalu murni, tapi sering dicampur dengan logam lain yang harganya lebih murah.

4 Daerah milik Yahudi yang diperebutkan

Sampai sekarang ada 4 daerah yang tertulis di Perjanjian Lama yang dibeli dengan uang tunai oleh bangsa Yahudi, yang masih diperebutkan dengan sengit dengan orang Muslim saat ini:

  1. Temple Mount (Al-Haram asy-Syarif)
  2. Gua Makhpela (Me’arat ha-Machpela) . Me’arat ha-Machpela berarti Gua dengan dua kuburan. Oleh orang Muslim dikenal dengan sebutan Al-Haram Al-Ibrahimi atau Masjid Ibrahim. Situs dari Gua Makhpela ini berada di bawah masjid dari jaman Saladin, yang merupakan pengambilalihan dari bangunan dari jaman Herodes dari Yudea.  Gua dan tanah di sekitarnya dibayar dengan harga penuh oleh Abraham sekitar  3700 tahun yang lalu. Setelah pembebasan Hebron pada tahun 1967, Kepala Rabbi Angkatan Pertahanan Israel, akhir Mayor Jenderal Rabbi Shlomo Goren, adalah orang Yahudi pertama yang memasuki Gua Makhpela. Walaupun jelas-jelas yang dikubur di Gua Makhpela adalah Leluhur orang Yahudi, yaitu Abraham, Ishak, Yakub, Sarah, Rebecca, dan Leah , sedangkan Rachel dikuburkan di dekat Bethlehem karena meninggal saat melahirkan Benyamin. Banyak pembatasan yang dikenakan pada doa dan adat istiadat Yahudi di Makam para Leluhur meskipun situs penting, keutamaan dan kesucian dalam warisan Yahudi dan sejarah. Tapi daerah ini menjadi perebutan sengit antara Yahudi dengan umat Muslim. Perlu diketahui bahwa Hebron tidak mempunyai kekayaan alam apapun sehingga perlu diperebutkan.  Cerita tentang penguburan Sarah adalah penguburan yang pertamakali disebutkan di Torah, dan Sarah adalah wanita satu-satunya yang penguburannya dituliskan secara mendetil. Transaksi dagang ini juga yang pertama kali disebutkan dalam Alkitab.
  3. Kuburan Yosef di Sikhem (Ibrani: קבר יוסף, Qever Yosef, Arab: قبر يوسف, Qabr Yusuf) merupakan Monumen pemakaman yang terletak di pintu masuk timur sampai ke lembah yang memisahkan Mounts Gerizim dan Ebal, 300 meter sebelah barat laut dari sumur Yakub. Salah satu tradisi alkitabiah menyebutkan bahwa daerah Sikhem adalah tempat di mana Leluhur Yahudi Yosef dikuburkan bersama kedua putranya Efraim dan Menasye.
  4. Sebastia (Arab: سبسطية, Sabastiya; Yunani: Σεβαστη; Ibrani: סבסטי, Sebaste Latin: Sebaste) adalah sebuah desa Palestina yang terletak di Nablus Provinsi Tepi Barat sekitar 12 kilometer barat laut dari kota Nablus. Di sini terdapat Masjid Nabi Yahya, yang dulunya adalah Katedral Tentara Salib. Menurut Sejarahwan Josephus, kota ini dulunya bernama Shomron, sebelum Raja Herodes menggantinya dengan nama Sebastia sebagai penghormatan kepada Kaesar Agustus (Sebaste berarti Agustus). Raja 10 bani  Israel, Raja Omri, membangun kota dan anak buahnya menetap di Kota Tua, sesuai dengan catatan disampaikan dalam Alkitab Ibrani (1 Raja-raja 16:24). Bandingkan Josephus, Antiquities (Book viii, bab xii, ayat 5). Hal ini disebutkan dalam tulisan-tulisan Yaqut al-Hamawi (1179-1229), ahli geografi Suriah, yang menempatkan daerah ini  sebagai bagian dari Filastin Provinsi dari Yerusalem, yang terletak di daerah Nablus. Ia juga menulis, “Di sini berada makam Zakariyyah dan Yahya (Yohanes Pembaptis), putra Zakariyyah, dan banyak nabi lainnya dan orang suci.”

Kej 24:1-2

Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: “Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku.

Siapa nama hamba Abraham yang paling tua ini?

Kebanyakan orang menafsirkan bahwa hamba ini bernama Eleazar. Sebenarnya nama hamba ini tidak pernah ditulis di mana pun di Alkitab. Bisa jadi Eleazar orang Damaskus dari Suriah, hamba Abraham paling tua di jaman sebelum Iskak lahir (yang artinya 40 tahun sebelumnya), bisa jadi bukan! Nehemia, atau orang Karaite pada umumnya berpendapat, bila tidak ditulis namanya dengan jelas berarti memang tidak penting, dan jangan menafsirkan!

Bersumpah dengan meletakkan tangan di pangkal paha.

Mengapa Abraham memerintahkan hambanya untuk bersumpah dengan meletakkan tangannya di bawah pangkal paha Abraham? “Pangkal paha” adalah penghalusan bahasa yang sebenarnya berarti “alat kelamin”. Mengapa ? Karena hal ini sangat penting, yang menyangkut GARIS KETURUNAN SELANJUTNYA dari bangsa Israel. Sama dengan perjanjian antara TUHAN dengan bangsa pilihannya juga berada di alat kelamin mereka, yaitu dalam bentuk SUNAT.

Kej 24:3-9

supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, TUHAN yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam.Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku.”

Lalu berkatalah hambanya itu kepadanya: “Mungkin perempuan itu tidak suka mengikuti aku ke negeri ini; haruskah aku membawa anakmu itu kembali ke negeri dari mana tuanku keluar?”

Tetapi Abraham berkata kepadanya: “Awas, jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana.TUHAN, TUHAN yang empunya langit, yang telah memanggil aku dari rumah ayahku serta dari negeri sanak saudaraku, dan yang telah berfirman kepadaku, serta yang bersumpah kepadaku, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini–Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku.

Tetapi jika perempuan itu tidak mau mengikuti engkau, maka lepaslah engkau dari sumpahmu kepadaku ini; hanya saja, janganlah anakku itu kaubawa kembali ke sana.”

Lalu hamba itu meletakkan tangannya di bawah pangkal paha Abraham, tuannya, dan bersumpah kepadanya tentang hal itu.

Mengapa Abraham melarang hambanya untuk membawa Iskak ke Kanaan?

Abraham tinggal di daerah Hebron yang gersang, sedangkan Kanaan saat itu adalah daerah yang subur dan hijau, sekarang adalah Irak, tapi saat itu adalah Mesopotamia, daerah di antara 2 sungai besar. Abraham kuatir bila Iskak dibawa ke sana, kemungkinan Iskak tidak mau kembali ke daerah asalnya karena merasakan hidupnya lebih nyaman. Hal itu bisa menjadi batu sandungan bagi rencana Tuhan yang menjanjikan Tanah perjanjian bagi keturunan Abraham. Dan perlu diingat juga bahwa Kanaan didiami oleh penduduk yang menyembah berhala dan ilah-ilah lain. Abraham tidak mau anaknya terpengaruh oleh penduduk setempat.

Di kemudian hari Yakub melarikan diri dari Esau, dia tidak bisa pulang dalam waktu yang sangat lama. Hal ini terjadi sampai sekarang, banyak orang Israel yang pindah ke negara lain dengan maksud pulang dalam waktu yang tidak lama, akhirnya banyak dari mereka yang tidak kembali ke Israel. Hal ini antara lain karena Israel merupakan negara yang tidak terlalu nyaman untuk ditinggali, tapi Israel tetap merupakan tanah Perjanjian yang dijanjikan YHVH pada orang Israel, sehingga hidup di Israel merupakan penggenapan dari Janji YHVH.

Kej 24:10-14

Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor.

Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu perempuan-perempuan keluar untuk menimba air.

Lalu berkatalah ia: “TUHAN, TUHAN tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum–dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu.”

Mengapa Hamba Abraham ini berdoa dengan menyebutkan syarat untuk pertanda yang ingin dilihatnya dari calon istri Iskak?

Perlu diingat bahwa Abraham lahir dengan watak yang sangat baik,selama hidupnya dia ramah pada orang lain, suka menolong, setia pada orang-orang yang dikasihinya dan selalu patuh pada Tuhan. Ingat kejadian dia menyambut 3 tamu asing (yang ternyata utusan Tuhan/malaikat) di luar kemahnya sebelum penghancuran Sodom dan Gomorrah. Sehingga hamba Abraham menyimpulkan bahwa calon istri dari Iskak nantinya juga mempunyai watak seperti yang dimilik Abraham.

Di Scroll Torah ada tanda khusus sebelum hamba Abraham mengutarakan doanya menunjukkan bahwa doa ini dibaca dengan cara yang khusus yang menunjukkan kegalauan hati. Tanda ini hanya muncul 3x dalam Torah, yang pertama Kejadian 10 saat Malaikat akan meninggalkan Abraham untuk menghancurkan Sodom dan Gomorrah, yang kedua oleh hamba Abraham ini, yang ketiga adalah diutarakan saat Yosef melarikan diri dari istri Potifar.

Kej 24:15-21

Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas bahunya. Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.

Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.”

Jawabnya: “Minumlah, tuan,” maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.

Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.” Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu.

Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.

Di Kej 24:16 dalam bahasa Ibrani ditulis Ribka sebagai betulah (בתולה) yang berarti perawan. Di Kej 24:43 ditulis sebagai Almah (עלמה) yang berarti perempuan muda.

Dari kejadian di atas, jelas bahwa Ribka adalah gadis yang suka menolong, dia tidak hanya memberi minum bagi Hamba Abraham, tapi juga memberi minum sepuluh ontanya sampai puas. Perlu kita ketahui bahwa Onta yang kehausan bisa meminum 135 liter atau sekitar 4 buyung dalam waktu 13 menit! Berarti untuk memberi minum 10 onta, Ribka harus bolak balik 40 kali menimba air untuk memberi minum onta-onta itu!

Ribka sama sekali belum mengenal hamba Abraham itu. Justru kemungkinan besar Ribka sudah terbiasa melakukannya, memberi minum orang-orang asing lain. Ia melakukannya karena memang ia pekerja keras dan murah hati.

Kej 24:22

Setelah unta-unta itu puas minum, maka orang itu mengambil anting-anting emas yang setengah syikal beratnya, dan sepasang gelang tangan yang sepuluh syikal emas beratnya,

 

Dalam Tradisi Yahudi (tidak diperintahkan dalam Torah), setengah Syikal menyimbolkan persembahan yang harus diberikan oleh bangsa Israel kepada temple. Sepasang gelang tangan menyimbolkan 2 tablet perjanjian yang diberikan pada Musa di kemudian hari, sepuluh syikal emas menyimbolkan sepuluh perintah TUHAN pada bangsa Israel.

Kej 24:28-31

Berlarilah gadis itu pergi menceritakan kejadian itu ke rumah ibunya.Ribka mempunyai saudara laki-laki, namanya Laban. Laban berlari ke luar mendapatkan orang itu, ke mata air tadi, sesudah dilihatnya anting-anting itu dan gelang pada tangan saudaranya, dan sesudah didengarnya perkataan Ribka, saudaranya, yang bunyinya: “Begitulah dikatakan orang itu kepadaku.” Ia mendapatkan orang itu, yang masih berdiri di samping unta-untanya di dekat mata air itu, dan berkata: “Marilah engkau yang diberkati TUHAN, mengapa engkau berdiri di luar, padahal telah kusediakan rumah bagimu, dan juga tempat untuk unta-untamu.”

 

Ayat di atas menunjukkan bahwa Laban mempunyai tabiat yang silau pada kekayaan, dia menyambut hamba Abraham setelah melihat anting dan gelang yang dikenakan oleh Ribka.

Kej 24:50-55

Lalu Laban dan Betuel menjawab: “Semuanya ini datangnya dari TUHAN; kami tidak dapat mengatakan kepadamu baiknya atau buruknya. Lihat, Ribka ada di depanmu, bawalah dia dan pergilah, supaya ia menjadi isteri anak tuanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.”

Ketika hamba Abraham itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.

Kemudian hamba itu mengeluarkan perhiasan emas dan perak serta pakaian kebesaran, dan memberikan semua itu kepada Ribka; juga kepada saudaranya dan kepada ibunya diberikannya pemberian yang indah-indah.

Sesudah itu makan dan minumlah mereka, ia dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia, dan mereka bermalam di situ. Paginya sesudah mereka bangun, berkatalah hamba itu: “Lepaslah aku pulang kepada tuanku.”

Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: “Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi.”

Mengapa ada 10 onta, tinggal 10 hari (pasal 55). Menurut tafsiran sejarah, 10 merupakan angka yang mudah untuk dikatakan dalam mengungkapkan hal yang banyak, hal ini penting untuk orang yang tidak cakap dalam berhitung, karena mudah untuk menghitung dengan angka 10.

 

Laban dan ibunya mempunyai maksud lain dengan berusaha menahan hamba Abraham, bukan karena keramahtamahan, tapi mereka melihat kemungkinan untuk mendapatkan kekayaan yang lebih banyak lagi dari Abraham. Kita melihat tabiat dari Laban yang menunjukkan keramahtamahan hanya di luar saja, untuk menutupi maksud sebenarnya.

Kej 24:56-60

Tetapi jawabnya kepada mereka: “Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku.”

Kata mereka: “Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan kepadanya sendiri.”

Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: “Maukah engkau pergi beserta orang ini?” Jawabnya: “Mau.”

Maka Ribka, saudara mereka itu, dan inang pengasuhnya beserta hamba Abraham dan orang-orangnya dibiarkan mereka pergi.

Dan mereka memberkati Ribka, kata mereka kepadanya: “Saudara perempuan kami, moga-moga engkau menjadi beribu-ribu laksa, dan moga-moga keturunanmu menduduki kota-kota musuhnya.”

 

Ribka tidak seperti saudaranya atau ibunya, dia mempunyai watak yang luhur, dia langsung mau pergi bersama hamba Abraham untuk menjadi istri dari Ishak.

Berkat yang diberikan pada Ribka oleh keluarganya adalah berkat yang sangat penting. Berkat ini pengulangan dari berkat yang diberikan oleh TUHAN kepada Abraham di G. Moria. Keluarga berdoa supaya berkat TUHAN diwujudkan melalui Ribka. Berkat ini masih diberikan kepada Pengantin perempuan dalam pernikahan Yahudi.

Kej 24:62-67

Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb.

Pada suatu sore, ketika ia sedang berjalan-jalan di padang sambil merenung /meditasi (bercakap-cakap dengan Tuhan), ia melihat ada unta-unta datang.

Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya. Katanya kepada hamba itu: “Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?”

Jawab hamba itu: “Dialah tuanku itu.” Lalu Ribka mengambil telekung (kerudung) nya dan bertelekunglah ia.

Kemudian hamba itu menceritakan kepada Ishak segala yang dilakukannya.

Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.

 

Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.” Menunjukkan bahwa Ribka adalah pribadi yang tzniut ( צניעות ) artinya dia sederhana, rendah hati dan sopan. Ribka menunggang Unta dengan cara tradisional untuk wanita yaitu menyamping, seperti yang masih kita lihat di Indonesia.

Kej 25:1-6

Abraham mengambil pula seorang isteri, namanya Ketura. Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Yoksan memperanakkan Syeba dan Dedan. Keturunan Dedan ialah orang Asyur, orang Letush dan orang Leum. Anak-anak Midian ialah Efa, Efer, Henokh, Abida dan Eldaa. Itulah semuanya keturunan Ketura.

Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka–masih pada waktu ia hidup–meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur.

Abraham memberikan semua warisannya pada Ishak, anak-anaknya yang lain dari Ketura (istri ketiga dari Abraham) diberi pemberian dan disuruh meninggalkan Ishak. Tapi mengapa Ismael saat disuruh pergi tidak diberi pemberian?

Sebenarnya Abraham setelah mengirim Keturah dan anak-anaknya, Abraham tidak peduli lagi dengan mereka.

Salah satu dari anak Keturah bernama Midian, Midian ini yang dikemudian hari menjadi bangsa tempat Musa melarikan diri dari Mesir dan menikah dengan puteri dari Imam Midian Yitro/Jethro bernama Zipporah. Yitro merupakan pendiri dari agama Druze yang sekarang masih ada di Israel dan menjadi sekutu dari Israel.

25:7-11

Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre, yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya. Setelah Abraham mati, Allah memberkati Ishak, anaknya itu; dan Ishak diam dekat sumur Lahai-Roi.

Pada saat Abraham meninggal dunia, Ismael kembali untuk menguburkan Abraham bersama-sama dengan Ishak.  Abraham di kuburkan di sebelah kuburan istrinya Sarah di Gua Makhpela yang memang mumpunyai 2 kuburan sesuai dengan namanya.

25:12-18 Keturunan Ismael

Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu.

Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa,  Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya. Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.

Ishmael mempunyai 12 anak laki-laki:

  1. Nebayot
  2. Kedar,
  3. Adbeel,
  4. Mibsam,
  5. Misyma,
  6. Duma,
  7. Masa,
  8. Hadad,
  9. Tema,
  10. Yetur,
  11. Nafish
  12. Kedma

Ini merupakan antitesis dari keduabelas anak Yakub dari keempat istrinya.

Beacon, New York

11/03/2015

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s